Berbaginomics Terealisasi di Bekasi, 500 Rumah Tak Layak Diperbaiki

Menteri Perumahan Apresiasi Inisiatif CSR dalam Program Bedah Rumah

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh PT Summarecon Agung Tbk. Program ini berupa renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bentuk dukungan terhadap program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Maruarar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan rasa peduli para pengusaha terhadap masyarakat sekitar mereka. Selain itu, hal ini juga mencerminkan semangat konsep pemerintah yang dikenal dengan ‘Berbaginomics’.

“Program BSPS awalnya didanai oleh APBN. Namun kini, ada partisipasi dari swasta seperti Summarecon dan Budha Tzu Chi dalam melaksanakan program ini,” ujarnya saat menghadiri peluncuran program di SDN Harapan Mulya 1 Kota Bekasi.

Baja Juga  Hanya Konser? SEVENTEEN Bawa Pengalaman Unik di Seoul, LA, dan Tokyo!

Menurutnya, ke depannya para pengusaha di Indonesia dapat lebih aktif dalam menyalurkan dana CSR melalui program perumahan, seperti merenovasi RTLH. Ia menilai bahwa program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan juga menunjukkan kepedulian pengusaha terhadap lingkungan sekitar tempat usaha mereka berdiri.

“Program ini adalah bentuk nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat. Renovasi rumah-rumah yang tidak layak dilakukan tanpa dana APBN, BUMN, atau uang negara. Ini menunjukkan konsep ‘Berbaginomics’ yang sangat positif,” tambahnya.

Peluncuran Program Renovasi Rumah oleh Summarecon

PT Summarecon Agung Tbk secara resmi meluncurkan program renovasi rumah di Kota dan Kabupaten Bekasi pada Kamis malam (21/8/2025). Dalam program ini, total 500 rumah akan direnovasi sebagai bagian dari upaya bersama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Baja Juga  Wabup Toba Apresiasi Pelatihan Pengelolaan Posyandu untuk Layanan Dasar Lebih Baik

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menjelaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program BSPS yang dijalankan oleh Kementerian PKP. Kolaborasi ini juga mencakup program bedah 4.000 rumah yang dilaksanakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

“Summarecon memilih wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Hal ini sejalan dengan Program Prioritas Pemerintah yang dijalankan oleh Kementerian PKP,” ujarnya.

Adrianto merincikan bahwa program ini dibagi menjadi 250 unit di 11 kecamatan Kota Bekasi dan 250 unit di 13 kecamatan Kabupaten Bekasi. Data RTLH yang digunakan berasal dari Pemkot dan Pemkab Bekasi, lalu diverifikasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Summarecon sebelum dilakukan renovasi.

Baja Juga  Renungan Katolik: Kasih dalam Kehidupan

Penyediaan Fasilitas Umum Sebagai Bagian dari Program

Selain renovasi rumah, Summarecon juga melakukan bedah fasilitas umum (fasum) seperti sekolah dan fasilitas publik lainnya. Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Sharif Benyamin, menjelaskan bahwa program ini melibatkan berbagai pihak eksternal dan pekerja proyek untuk memastikan keberhasilan pelaksanaannya.

“Renovasi dilakukan dengan mengacu pada standarisasi pembangunan Summarecon. Standar ini menekankan keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan,” jelasnya.

Dengan inisiatif ini, Summarecon menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan bantuan. Melalui kolaborasi dengan organisasi sosial dan pemerintah setempat, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *