Istri Arya Daru Bongkar Fakta Baru Soal CCTV Kosan Diplomat

LAMPUNG.CO.ID, Jakarta – Istri Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, Meta Ayu Puspitantri, membuka informasi terbaru mengenai kamera pengawas CCTV yang berada di dekat lokasi kejadian.

Ya, kamera CCTV yang terletak di depan kamar kos Arya Daru sempat menjadi perhatian masyarakat. Hal ini dikarenakan posisi kamera CCTV tersebut dinilai berubah.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Beredar kabar bahwa kamera CCTV tersebut berpindah posisi atas permintaan dari istri Arya Daru, Meta Ayu Puspitantri. 2. Ada informasi yang menyebutkan bahwa perpindahan kamera CCTV dilakukan atas dasar permintaan dari istri Arya Daru, yaitu Meta Ayu Puspitantri. 3. Menurut berita yang beredar, kamera CCTV tersebut digeser sesuai dengan permintaan dari istri Arya Daru, Meta Ayu Puspitantri. 4. Terdapat laporan yang menyatakan bahwa penggeseran kamera CCTV dilakukan atas permintaan dari istri Arya Daru, Meta Ayu Puspitantri. 5. Informasi yang menyebar mengatakan bahwa kamera CCTV tersebut dipindahkan karena permintaan dari istri Arya Daru, Meta Ayu Puspitantri.

Arya Daru Pangayunan ditemukan meninggal di kamar kosnya pada 8 Juli 2025, di Menteng, Jakarta Pusat, dengan kepala dibungkus lakban kuning dan tubuh tertutup selimut.

Setelah melalui berbagai tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian, pada 29 Juli 2025, polisi mengumumkan bahwa tidak ditemukan adanya tindak pidana terkait kematian Arya Daru.

Kini, setelah hampir sebulan polisi menyatakan tidak ada tindak pidana dalam kematian Arya Daru, pihak keluarga akhirnya muncul dan mengungkapkan beberapa hal yang mencurigakan menurut mereka terkait kematian sang Diplomat.

Dikutip lampung.co.id dari news.com, Pengacara Keluarga Arya Daru, Dwi Librianto menyatakan, munculnya keluarga ke publik ini berawal dari ketidakpuasan mereka terhadap hasil penyelidikan polisi terkait kematian Arya Daru.

Oleh karena itu, kini keluarga memutuskan untuk tampil di depan umum dan menyampaikan semua ketidakwajaran yang mereka alami.

Meskipun pihak keluarga Arya Daru telah menyatakan kesediaan mereka untuk memberikan seluruh informasi yang mereka ketahui mengenai Arya Daru ini.

Jelas bahwa kami dari pihak keluarga maupun istri almarhum merasa dalam tanda kutip tidak puas dengan hasil dari kesimpulan penyidik.

Baja Juga  Harga Sembako Kalimantan Barat Hari Ini: Cabai dan Gula Naik, Bawang serta Ayam Turun

“Kami siap membantu mengungkap semua yang kami ketahui, dan bersama-sama membuat kasus ini lebih jelas,” ujar Dwi dalam Program ‘Kompas Petang’ Kompas TV, Minggu (24/8/2025).

Sampai saat ini, Dwi bersama tim pengacara keluarga Arya Daru masih mengumpulkan seluruh data terkait kasus kematian Arya Daru.

Maka saat ini kami masih mengumpulkan seluruh data, akan berkoordinasi lebih lanjut dengan keluarga.

“Ini adalah kasus yang sudah berlangsung cukup lama, banyak hal yang berkembang sangat jauh,” ujar Dwi.

Selanjutnya, Dwi mengungkap salah satu ketidakwajaran yang selama ini dirasakan oleh keluarga, yaitu terkait adanya informasi bahwa istri Arya Daru, Meta Ayu Puspitantri, meminta penjaga kos untuk memindahkan CCTV.

Pihak keluarga menolak keras adanya informasi tersebut, karena istri Arya Daru tidak pernah memberikan perintah seperti itu.

Inilah yang akhirnya mendorong keluarga Arya Daru untuk mengungkapkan ketidakwajaran kematian Arya Daru kepada masyarakat.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Keluarga akan mengungkapkan hal-hal yang mencurigakan lainnya terkait kematian Arya Daru di masa depan. 2. Pihak keluarga berencana untuk mengungkap keanehan-keanehan tambahan mengenai kematian Arya Daru. 3. Masa depan akan membawa pihak keluarga untuk memperjelas kejanggalan-kejanggalan lain terkait kematian Arya Daru. 4. Selanjutnya, pihak keluarga akan mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan lain yang berkaitan dengan kematian Arya Daru. 5. Di masa mendatang, keluarga akan mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan tambahan mengenai kematian Arya Daru.

Yang jelas, yang paling awal adalah CCTV. Pada awalnya disebutkan bahwa penjaga (kos) diperintahkan oleh istri almarhum, atau diminta oleh istri almarhum untuk menggeser CCTV, hal ini kami tolak dengan keras.

Istri jenazah menolak keras, bahwa kami tidak pernah meminta perpindahan CCTV. Mereka bahkan tidak pernah mengajukan permintaan perpindahan CCTV.

“Dari sana kita bisa mengungkap lebih lanjut, serta berusaha lebih keras dalam penyelidikannya, siapa yang melakukan perpindahan, tujuannya apa dan sebagainya. Banyak hal, akan kami coba ringkas, agar bisa membantu mengungkap misteri kasus ini,” jelas Dwi.

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks tersebut: 1. Selanjutnya, mengenai keputusan keluarga yang baru muncul saat ini, Dwi menyatakan bahwa pihak keluarga memang memilih untuk tampil setelah 40 hari kematian Arya Daru. 2. Mengenai keputusan keluarga yang baru saja muncul, Dwi mengungkapkan bahwa pihak keluarga memutuskan untuk muncul setelah 40 hari kematian Arya Daru. 3. Terkait keputusan keluarga yang muncul belakangan ini, Dwi menyebutkan bahwa pihak keluarga memang memilih untuk hadir setelah 40 hari kematian Arya Daru. 4. Dwi menyampaikan bahwa terkait keputusan keluarga yang baru muncul sekarang, pihak keluarga memang memilih untuk muncul setelah 40 hari kematian Arya Daru. 5. Dalam konteks keputusan keluarga yang baru muncul saat ini, Dwi mengatakan bahwa pihak keluarga memilih untuk muncul setelah 40 hari kematian Arya Daru.

Baja Juga  5 Tanda Awal Diabetes pada Anak, Masih Bisa Sembuh!

Selain itu, selama ini keluarga Arya Daru mengalami kesulitan dalam mencari pengacara yang mampu mewakili mereka.

“Keluarga baru mengungkapkan pernyataan setelah 40 hari kematian almarhum. Hingga saat ini, pihak keluarga belum berhasil menemukan pengacara yang dapat mewakili mereka,” tambah Dwi.

Kamera CCTV di Kos Arya Daru Berpindah

Kamera CCTV di kamar kos yang ditempati diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan di Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat, sempat menjadi topik pembicaraan netizen setelah dikabarkan dipindahkan.

Selanjutnya, spekulasi muncul setelah polisi merilis dua rekaman CCTV, yaitu yang menunjukkan Arya melemparkan tas kresek berwarna hitam pada malam 7 Juli 2025 sekitar pukul 23.24 WIB serta saat penjaga kos menemukannya dalam keadaan meninggal dunia pada pagi 8 Juli 2025 pukul 08.30 WIB.

Saat Arya membuang tas plastik, kamera pengawas tidak menangkap gambar ruangan pria berusia 39 tahun yang meninggal dunia.

Namun, ketika petugas pengelola kos pertama kali menemukan jenazah Arya dalam keadaan kepala terikat lakban berwarna kuning, kamera CCTV langsung mengarah ke kamar korban.

Setelah adanya dua perbedaan tersebut, netizen menduga bahwa kamera CCTV sengaja diubah posisinya oleh seseorang.

Hanya saja, dugaan netizen tersebut disangkal oleh Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mohammad Choirul Anam. Ia mengakui bahwa kamera CCTV yang berada di dekat kamar Arya memang dipindahkan.

Baja Juga  Gempa Banyuwangi, Pembaruan Terkini dari BMKG 23 Agustus 2025

Hanya saja, menurut Anam, tindakan tersebut dilakukan atas permintaan istri Arya, Meta Ayu Puspitantri, kepada pemilik dan pengelola kos suaminya.

CCTV di lokasi berbeda di kosan karena memang terjadi komunikasi antara istri (Arya) dan pemilik kos dengan bantuan penjaga kos, agar saat membuka (kamar Arya) posisi CCTV diubah. Jadi perubahan tersebut dilakukan dari jarak jauh, mungkin menggunakan HP atau alat lainnya agar terlihat lebih jelas,” katanya dikutip dari YouTube Metrotvnews, Selasa (29/7/2025).

Anam menceritakan permintaan tersebut disampaikan oleh istri saat meminta bantuan kepada penjaga kos untuk memeriksa kamar korban. Hal ini dilakukan karena sejak malam 7 Juli 2025, Arya tidak dapat dihubungi.

Ia mengungkapkan fakta tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan jejak komunikasi antara istri Arya dengan penjaga kos melalui pesan di WhatsApp dalam sidang perkara yang digelar kemarin, Senin (28/7/2025).

Itu (permintaan istri untuk menggeser kamera CCTV ke penjaga kos) memiliki jejak rekam di WA-nya. Tadi (kemarin) kita meminta ini bagaimana cara menjelaskannya agar jelas.

“Maka jam CCTV, dengan jam WA, konteks WA, dan konteks kesaksian, serta hal itu terhubung dan konsisten,” kata Anam.

Arya Daru meninggal akibat kehabisan napas

Kepala Biro Investigasi Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, mengungkap penyebab kematian Diplomat Arya Daru setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh aparat kepolisian.

Menurut Kombes Wira, dapat diambil kesimpulan bahwa Arya Daru meninggal akibat tenggelam.

Selain itu, tidak ada bukti adanya keterlibatan pihak lain dalam proses kematian Arya Daru ini.

“Disimpulkan bahwa indikator kematian ADP menunjukkan kemungkinan kematian tanpa adanya campur tangan pihak lain,” ujar Kombes Wira dalam konferensi pers, Selasa (29/7/2025).

Pernyataan Kombes Wira didukung oleh temuan pemeriksaan forensik yang diungkap oleh Dokter Forensik dari RSCM, Dokter Yoga Tohjiwa.

Menurut Dokter Yoga, Arya Daru meninggal akibat gangguan pertukaran oksigen di saluran pernapasan bagian atas yang berujung pada kematian karena tenggelam.

“Maka penyebab kematian akibat gangguan pertukaran oksigen di saluran pernapasan bagian atas yang menyebabkan tenggelam,” kata Dokter Yoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *