JAKARTA.COM– Terdapat tiga kejadian yang berada di posisi paling atas di Jakarta dan menjadi perhatian masyarakat.
Isu terkait penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer atau dikenal sebagai Noel dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK masih menjadi topik pembicaraan yang hangat.
Laporan mengenai kritik yang dilontarkan Senator DPD Bali, Ni Luh Djelantik, terhadap Noel Ebenezer masih berada di puncak daftar.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Di bawah berita tersebut, anggota partai PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, meragukan adanya buzzer yang sengaja memperburuk isu tunjangan gaji DPR. 2. Di bawah laporan tersebut, Politikus PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, mencurigai keberadaan buzzer yang sengaja memicu isu mengenai tunjangan gaji DPR. 3. Di bawah berita itu, Deddy Sitorus, politisi PDI Perjuangan, mengkhawatirkan adanya buzzer yang sengaja menyebarkan isu tentang tunjangan gaji DPR. 4. Di bawah artikel tersebut, Deddy Sitorus, anggota PDI Perjuangan, menilai bahwa ada buzzer yang sengaja memperkuat isu terkait tunjangan gaji DPR. 5. Di bawah berita tersebut, Deddy Sitorus, politikus PDI Perjuangan, menduga adanya buzzer yang secara sengaja memperhangatkan isu tunjangan gaji DPR.
Terakhir, video lama Wakil Menteri Ketenagakerjaan Noel yang melecehkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto kembali muncul.
Berikut rangkumannya.
1. Ni Luh mengkritik Noel
Video lama Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer atau dikenal dengan nama Noel kembali menyebar di media sosial setelah ia tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Video tersebut kembali diunggah oleh Senator DPD Bali masa jabatan 2024-2029, Ni Luh Djelantik.
Di dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Noel tampak menyampaikan pendapat tajam mengenai perang melawan korupsi yang marak terjadi.
Ia bahkan menyebut perusahaan tekstil dan pakaian yang kini sudah tutup, Sritex, agar memproduksi baju oranye dalam jumlah besar untuk digunakan oleh para koruptor.
Kami meminta Sritex membuat baju oranye sebanyak mungkin, baju tersangka. Agar banyak orang ditangkap. Nanti dari model seperti apa kita tangkap-tangkepin. Mereka merasa memiliki dukungan kita tangkap, merasa dia berkuasa terhadap suatu aturan kita tidak peduli,” katanya dalam video tersebut.
Namun, perkataan itu justru ditujukan kepadanya.
Noel justru tertangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.
Di dalam video yang diunggah, Ni Luh Djelantik juga menambahkan pernyataan sindiran kepada Noel.
“Alam sedang bekerja. KPK Fashion Week sesuai permintaan Noel memesan baju berwarna jingga,” tulisnya.
>>> Baca Selengkapnya <<<
2. Deddy Sitorus: Partai Gajah Mabok atau Fufufafa?
Anggota DPR dari PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, turut memberikan tanggapan mengenai isu tunjangan perumahan yang sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Deddy menganggap tunjangan yang diberikan kepada anggota DPR bukan termasuk penghasilan pribadi.
Namun, salah satu layanan yang telah diatur dalam undang-undang keuangan negara.
Tunjangan perumahan bukan termasuk pendapatan anggota dewan, melainkan biaya yang digunakan, misalnya seperti tunjangan bensin, yaitu untuk membeli bensin, sedangkan tunjangan perumahan digunakan untuk kebutuhan rumah. Apakah itu hanya berlaku di DPR? Tidak, jawabnya, kata dia sebagaimana dikutip dari unggahannya di Instagram yang tayang pada Sabtu (23/8/2025).
Ia menekankan bahwa tunjangan tersebut juga diterima oleh profesi yang setara dengan anggota dewan, seperti jajaran direksi BUMN, Menteri, Dirjen, Wakapolri hingga Kapolri.
Deddy melanjutkan bantuan tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan pengawasan yang ketat.
“Jika hal tersebut tidak masuk akal atau melanggar aturan, maka tidak akan diperbolehkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jadi, jangan terus-menerus menentangnya,” katanya.
Anggota PDI Perjuangan yang pernah berselisih hingga hampir terjadi pergulatan dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Noel Ebenezer, mengungkapkan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja memperburuk isu ini.
>>> Baca Selengkapnya <<<
3. Noel Olok-olok Hasto
Anggota PDIP, Ferdinand Hutahaean, membagikan video di akun Instagramnya (@ferdinand_hutahaean), yang menunjukkan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, meremehkan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.
Video tersebut terbagi menjadi dua bagian, bagian atas menunjukkan Immanuel atau Noel mengolok-olok Hasto dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One tujuh bulan yang lalu, sedangkan bagian bawah berisi video Hasto melepas rompi tahanan berwarna oranye.
Di bagian paling atas unggahan videonya, Ferdinand menulis, “Ketika Noel Olok-Olok Jadi Tersangka Hasto, Oh Ternyata Karma Dibayar Secara Langsung, Dia yang Tidak Bisa Tidur dan Memohon Pengampunan.”
Video tersebut diunggah Ferdinand hari ini, Minggu (24/8/2025), dua hari setelah Noel ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus pemerasan.
Noel, tujuh bulan yang lalu, mengolok-olok Hasto yang baru ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan agar Harun Masiku dapat menjadi Anggota DPR melalui jalur pergantian antar waktu (PAW).
Ketua Umum Jokowi Mania mengatakan Hasto kaget hingga tidak bisa tidur dan mengalami sakit perut setelah ditetapkan sebagai tersangka.
>>> Baca Selengkapnya <<<
Akses Jakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan perawat telah menginstal aplikasi WhatsApp.




