Penghargaan yang Diberikan Presiden Prabowo Subianto pada Pemimpin DPR dan MPR
Pada Senin, 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda jasa bintang kepada sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Suami Dasco Ahmad, dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani. Penyerahan penghargaan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Prabowo menilai ketiganya memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat fungsi parlemen serta memajukan legislasi nasional.
Namun, momentum pemberian penghargaan ini terjadi di tengah situasi yang dinilai tidak sesuai oleh sejumlah kalangan. Saat itu, terjadi demonstrasi besar-besaran di Gedung DPR. Salah satu tuntutan utama dari para peserta aksi adalah pembubaran DPR. Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Virdika Rizky Utama, menyebut peristiwa ini sebagai ironi politik. Ia menjelaskan bahwa sementara negara memberikan apresiasi kepada pemimpin parlemen, ribuan warga turun ke jalan karena merasa aspirasi mereka tidak diwakili secara efektif.
Menurut Virdika, secara administratif, pemberian tanda jasa tersebut sah-sah saja. Namun, secara etis, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan pemerintah terhadap keluhan masyarakat. Ia menyoroti bahwa permasalahan tidak terletak pada siapa yang menerima penghargaan, melainkan kapan dan dalam konteks apa penghargaan itu diberikan. “Seolah elite sedang merayakan pencapaian, sementara rakyat sedang menggugat legitimasi,” ujarnya.
Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap DPR, pemberian tanda jasa bisa dianggap sebagai tindakan yang tidak tepat. Virdika menegaskan bahwa jika para penerima benar-benar berjasa, mereka juga harus bersedia melakukan refleksi. “Apakah fungsi representasi sudah dijalankan dengan adil dan transparan, atau justru jauh dari rakyat yang mereka wakili?” tanyanya.
Demonstrasi yang berlangsung ricuh menimbulkan bentrokan antara aparat kepolisian dan massa aksi. Polisi menggunakan gas air mata dan water cannon untuk memecah kerumunan. Demo yang awalnya berpusat di Kompleks Parlemen DPR kemudian menjalar ke area sekitar Senayan. Hingga pukul 21.15 WIB, polisi dan massa masih terlibat bentrokan di kawasan kolong jembatan layang Pejompongan, Jakarta.
Direktur Indonesian Parliamentary Center, Ahmad Hanafi, juga mengkritik momentum pemberian tanda jasa pada pimpinan DPR/MPR. Menurutnya, DPR periode 2024-2029 baru berjalan selama satu tahun kurang. “Harusnya diterima dulu para pendemo, kalau memang mengaku demokratis,” ujar Hanafi. Meskipun ia memahami bahwa pemberian tanda jasa merupakan hak prerogatif presiden, ia mempertanyakan kepatutan penyematan gelar tersebut. “Di saat situasi penuh protes dari rakyat atas kinerja DPR, apa makna tanda jasa?” tanya dia.
Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan dan tanda jasa kepada lebih dari 100 tokoh dalam acara tersebut. Selain Puan Maharani, Sufmi Dasco Ahmad, dan Ahmad Muzani, beberapa tokoh lain juga mendapatkan penghargaan. Puan diberi Bintang Republik Indonesia Utama karena dianggap berjasa luar biasa dalam memperkuat fungsi parlemen, memperjuangkan peran perempuan dalam politik, serta mendukung kebijakan strategis nasional. Dasco juga menerima Bintang Republik Indonesia Utama atas kepemimpinannya dalam lembaga legislatif serta pengawalan regulasi strategis nasional. Ahmad Muzani diberi tanda jasa karena dianggap berjasa dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan memperkuat fungsi pengawasan parlemen.
Hendrik Yaputra berkontribusi dalam tulisan ini.




