Penemuan Jasad Wanita di Saluran Irigasi, Keluarga Menolak Autopsi
Warga Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup, dihebohkan dengan penemuan jasad seorang wanita pada Sabtu (23/8/2025) pagi. Jasad yang ditemukan adalah Sumini (53), seorang ibu rumah tangga yang diketahui memiliki riwayat penyakit dan kondisi kesehatan yang menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Penemuan ini membuat keluarga dan warga sekitar berduka. Sumini diketahui mengalami pikun, sehingga kehilangan kemampuan untuk menjaga diri secara mandiri. Jenazah korban telah dimakamkan di TPU setempat, dengan keluarga menyatakan ikhlas atas kejadian ini.
Keluarga korban, Puja, mengungkapkan bahwa mereka tidak ingin dilakukan visum atau autopsi terhadap jenazah. Mereka yakin bahwa almarhumah meninggal akibat kondisi kesehatannya yang buruk. “Kami anak-anak dan keluarga dekat sudah sepakat tidak ingin dilakukan autopsi. Semua orang tahu mamak sakit, jadi kami tidak ingin memperpanjang persoalan ini,” ujar Puja.
Pihak kepolisian bersama tim Inafis melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Namun, karena keluarga menolak visum dan autopsi, kasus ini tidak dilanjutkan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Diduga, korban meninggal dunia akibat tergelincir dan masuk ke saluran irigasi. Jenazah hanyut terseret arus hingga akhirnya ditemukan.
Kronologi Penemuan
Kronologi penemuan bermula pada Jumat (22/8/2025) sekitar pukul 04.00 WIB. Agung, anak korban, sempat melihat pintu rumah terbuka. Saat itu, Sumini yang biasanya beraktivitas di dalam rumah terlihat keluar. Anak korban tidak merasa curiga, namun setelahnya korban tidak kunjung pulang dan hilang tanpa kabar.
Keluarga panik dan mencari korban, termasuk menyebarkan informasi kehilangan di media sosial. Setelah tidak ditemukan, mereka melapor ke Polres Rejang Lebong pada Sabtu (23/8/2025) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Tak lama setelah laporan dibuat, muncul kabar tentang penemuan jenazah di saluran irigasi Kelurahan Talang Benih, Curup.
Penemuan bermula saat Sri (38), warga setempat, melihat saluran irigasi di samping rumahnya tersumbat sampah sekitar pukul 09.30 WIB. Akibatnya, air meluap hingga memasuki pekarangan rumahnya. Saat membersihkan tumpukan sampah bersama keluarga, ia melihat ada kaki manusia. Sri kemudian memanggil warga lain, dan ternyata benar, itu adalah jasad seorang perempuan.
Mendengar kabar tersebut, keluarga korban segera menuju lokasi. Mereka memastikan jenazah itu adalah Sumini, yang sehari sebelumnya telah dilaporkan hilang. Saat evakuasi dilakukan, anak korban histeris sambil memanggil nama ibunya dan menangis keras. “Ibuk… ibuk…” teriaknya berulang kali hingga tubuhnya lemas dan harus dipapah warga.
Kondisi Mayat
Tim Inafis Polres Rejang Lebong langsung diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa kondisi tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, menjelaskan beberapa temuan tim Inafis di lapangan.
Menurutnya, terdapat bekas lecet atau goresan di bagian kepala dan hidung akibat benturan dengan dinding siring bendungan. Bibir korban membiru dan perut membuncit karena tubuhnya sudah lama terendam air. Namun, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan terpeleset hingga masuk ke aliran irigasi. Luka yang ada di tubuh korban diakibatkan benturan, bukan karena tindakan kekerasan,” jelas Sinar.
Jasad korban kini telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU setempat. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi anggota keluarga yang rentan, terutama yang memiliki riwayat penyakit atau gangguan kognitif.



