Pembenaman Kabel Optik Rusak Drainase, Warga Kecewa dengan Proyek PT Mayatama Solusindo
DURI – Proyek pembenaman kabel optik yang tengah dikerjakan oleh PT Mayatama Solusindo di sepanjang Jalan Hang Tuah, Kecamatan Mandau, menuai protes dari masyarakat. Meskipun dimaksudkan untuk meningkatkan layanan internet, pengerjaan ini malah merugikan pihak-pihak terkait, terutama dalam hal kerusakan infrastruktur drainase.
Pekerja proyek yang seharusnya dapat menjalankan tugas dengan hati-hati, justru merusak drainase yang telah dibangun pemerintah untuk mencegah genangan air. Tindakan tidak profesional ini, seperti merusak saluran drainase dengan menggunakan pahat manual dan bor listrik, dapat mengancam kembali terjadinya genangan air yang mengganggu kelancaran lalu lintas.
Tak hanya itu, sejumlah warga merasa dirugikan karena pekerjaan ini menyebabkan tutup drainase di jalan masuk rumah toko (ruko) mereka dilepas tanpa pemberitahuan. Salah seorang warga, Raka, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek ini. Menurutnya, pekerja yang datang awalnya mengaku berasal dari Telkomsel, namun kemudian menyebutkan nama perusahaan Mayatama, yang menyebabkan kebingungannya.
“Ini jelas mengelabui masyarakat. Jika proyek ini bertujuan untuk meningkatkan layanan, seharusnya mereka tidak merusak fasilitas yang sudah ada. Jika ingin layanan yang lebih baik, mereka harusnya punya modal untuk membangun infrastruktur sendiri, bukan merusak yang sudah ada,” tegas Raka.
Raka juga mengungkapkan ketegangan yang terjadi saat dirinya mencoba berkomunikasi dengan pekerja proyek. Pada hari Jumat (14/2/25), dirinya sempat berbicara tegang dengan para pekerja yang merusak drainase di depan Celcius Karaoke. “Pekerja ini tidak jujur soal perusahaan yang mereka wakili, dan terlihat ragu-ragu ketika pekerjaan mereka diawasi. Mereka tampak memanfaatkan drainase yang sudah ada untuk kelancaran pemasangan kabel optik mereka,” ujarnya.
Meskipun keluhan warga semakin meningkat, upaya konfirmasi dari sejumlah wartawan ke kantor PT Mayatama Solusindo tidak membuahkan hasil. Pihak perusahaan menghindar dengan alasan pimpinan sedang tidak berada di tempat. Warga berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut dan memperbaiki infrastruktur yang telah dirusak.




