BERITA top 3 dunia kemarin diawali dari berita penerbangan terpanjang di dunia. Sejumlah rute penerbangan menghabiskan waktu belasan jam untuk terbang tanpa transit. Rute terpanjang adalah dari New York ke Singapura dan sebaliknya yang menghabiskan waktu 18 jam 40 menit.
Di urutan kedua berita top 3 dunia adalah Donald Trump yang ingin masuk surga setelah mati dan Menteri Israel mengancam akan membuka pintu neraka. Berikut selengkapnya:
Dirangkum dari Travel+ Leisure dan Flightradar24, berikut daftar penerbangan terpanjang di dunia:
1. New York-Singapura
Rute New York (JFK)-Singapura (SIN) yang dioperasikan Singapore Airlines menjadi penerbangan terpanjang dunia, baik dari segi jarak maupun durasi. Dengan jarak 9.536 mil, penerbangan ini menelan waktu sekitar 18 jam 40 menit. Maskapai menggunakan pesawat Airbus A350-900ULR yang didesain khusus untuk ultra-long-range, lengkap dengan kapasitas bahan bakar lebih besar dan tata kabin yang hanya terdiri dari kelas bisnis serta premium ekonomi.
2. Singapura-Newark
Masih bersama Singapore Airlines, rute Singapura (SIN)-Newark (EWR) menempuh jarak 9.523 mil dengan waktu tempuh 18 jam 25 menit. Meskipun hanya berbeda 15 menit lebih singkat dari penerbangan ke JFK, rute ini tetap menjadi pilihan favorit penumpang bisnis yang membutuhkan perjalanan langsung antara Asia Tenggara dan Amerika Serikat bagian Timur.
3. New York-Auckland
Air New Zealand dan Qantas melayani rute New York (JFK)-Auckland (AKL) sejauh 8.828 mil dengan waktu tempuh sekitar 18 jam. Pesawat Boeing 787-9 Dreamliner digunakan dengan konfigurasi kabin yang lengkap, mulai dari kelas bisnis, premium ekonomi, hingga kursi Economy Skycouch yang dapat diubah menjadi tempat tidur datar.
Lihat di sini selengkapnya.
2. Donald Trump Ingin Masuk Surga Jika Memungkinkan
Presiden Donald Trump berharap ia masuk surga karena membantu mengakhiri perang antara Ukraina dan Rusia. Dalam penampilannya di acara “Fox & Friends” di Fox News pada 19 Agustus 2025, Trump berbicara tentang percakapannya lewa telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan para pemimpin Eropa lainnya di Gedung Putih sehari sebelumnya.
“Saya ingin mengakhirinya. Anda tahu, kita tidak kehilangan nyawa orang Amerika. Kita kehilangan, sebagian besar, tentara Rusia dan Ukraina,” kata Trump seperti dilaporkan USA Today. “Saya ingin mencoba masuk surga jika memungkinkan. Saya dengar saya tidak baik-baik saja. Saya benar-benar berada di posisi terbawah. Tapi jika saya bisa masuk surga, ini akan menjadi salah satu alasannya.”
Ia kemudian melanjutkan pembicaraan tentang penyelamatan nyawanya. Trump mengatakan dia diselamatkan oleh Tuhan untuk membuat Amerika hebat kembali. Ia pernah mencoba dibunuh Juli 2024 ketika sebuah peluru menyerempet telinganya.
Presiden berusia 79 tahun itu sebelumnya telah mengaitkan keinginannya mengakhiri perang Rusia di Ukraina dengan harapannya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. Namun komentar terakhirnya menunjukkan motivasi yang melampaui pengakuan duniawi.
Baca di sini selengkapnya.
3. Menhan Israel Ancam Hancurkan Gaza: Gerbang Neraka Akan Terbuka
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa Gaza bisa dihancurkan, kecuali Hamas menerima persyaratan Israel. Pada awal pekan ini, Hamas menerima proposal gencatan senjata dari mediator Arab, hampir sama dengan yang diterima Israel sebelum perundingan terhenti bulan lalu.
Dilansir dari Euronews, ancaman itu diunggah Katz di akun X pada Jumat, 22 Agustus 2025. Ia mengunggah ancamannya itu sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akan memberikan persetujuan akhir untuk pendudukan Kota Gaza sekaligus memulai negosiasi dengan Hamas. Israel ingin memulangkan para sandera dan mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua tahun, tapi hanya dengan persyaratan yang dapat diterima oleh Israel.
Pada Jumat lalu, Katz memperingatkan bahwa Gaza dapat berubah menjadi Rafah dan Beit Hanoun, wilayah yang telah dihancurkan dalam perang, kecuali Hamas menyetujui persyaratan Israel. “Sebentar lagi gerbang neraka akan terbuka di atas kepala para pembunuh dan pemerkosa Hamas di Gaza sampai mereka menyetujui syarat-syarat Israel untuk mengakhiri perang, terutama pembebasan semua sandera dan pelucutan senjata mereka. Jika mereka tidak setuju, Gaza, ibu kota Hamas, akan menjadi Rafah dan Beit Hanoun. Persis seperti yang saya janjikan. Begitulah jadinya,” kata Katz dalam sebuah unggahan di akun X, yang dikutip ABC.
Lihat di sini selengkapnya.




