Mediapresisi.com -.CO.ID, JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menetapkan Budisatrio Djiwandono sebagai Ketua Umum Karang Taruna Nasional periode 2025–2030 yang dikukuhkan dalam Temu Karya Nasional IX Karang Taruna di Kantor Kemensos RI, Jakarta, Ahad.
Budisatrio merupakan putra pasangan Sudrajat Djiwandono yang pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia periode 1993-1998 dan Biantiningsih
“Alhamdulillah, menetapkan Pak Budisatrio Djiwandono sebagai Ketua Umum Karang Taruna periode 2025 sampai 2030. Ini suatu hal yang perlu kita syukuri bersama,” ujar Saifullah Yusuf.
Menurut Mensos, Karang Taruna akan menjadi mitra strategis Kementerian Sosial dalam memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan sosial di berbagai daerah.
Mensos menyebut Temu Karya ini berlangsung produktif dan menjadi awal penyusunan langkah strategis ke depan, khususnya dalam menyinergikan program Karang Taruna dengan agenda pembangunan nasional.
“Pertemuan hari ini sangat produktif dan mencoba untuk menyusun langkah-langkah ke depan, utamanya adalah program-program Karang Taruna agar bisa turut serta memperkuat Asta Cita dari Bapak Presiden Prabowo,” kata Gus Ipul.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan kaderisasi dalam tubuh Karang Taruna sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan sosial di tengah masyarakat.
Dengan kepemimpinan baru ini, Gus Ipul berharap Karang Taruna semakin berperan aktif dalam pembangunan sosial dan menjadi wadah pembinaan generasi muda di seluruh Indonesia.
“Berikutnya, juga tentu Karang Taruna akan memperkuat kaderisasi dan lain sebagainya yang nanti bisa langsung diceritakan atau disampaikan oleh Bapak Ketua Umum yang baru,” kata Mensos.
Sementara itu, Ketum Karang Taruna 2025-2030 Budisatrio Djiwandono menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan, tugas tersebut bukan hanya soal kepemimpinan organisasi, tetapi juga mewujudkan harapan besar masyarakat terhadap peran Karang Taruna dalam pembangunan sosial.
“Tentu ini tugas dan tanggung jawab yang tidak enteng. Saya merasa bukan cuma dukungan, tapi yang lebih berat adalah harapan rakyat yang begitu besar terhadap kerja nyata yang nanti harus dibuktikan oleh pengurus pusat Karang Taruna yang baru,” kata dia
Menurutnya, susunan pengurus pusat Karang Taruna yang baru akan dibentuk secara inklusif dan kolaboratif, dengan memperhatikan masukan dari berbagai pihak.
Ia berharap kepengurusan baru Karang Taruna dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan nasional.
Siap memimpin
Budisatrio Djiwandono menyatakan kesiapannya untuk memimpin Karang Taruna Nasional.
Penetapan Budi sebagai Ketua Umum akan digelar melalui Temu Karya Nasional Karang Taruna, yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Ahad.
“Ini bukan jabatan yang saya cari. Jika semua pengurus setuju dan kita bisa bersatu, tentu saya dengan penuh tanggung jawab siap memimpin,” ujar Budi di Jakarta, Minggu.
Budi dengan rendah hati mengakui keterbatasannya, namun menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah.
“Kekurangan saya banyak, kemampuan saya juga terbatas. Waktu senior-senior datang kepada saya, saya kaget dan sempat bertanya-tanya, apakah tidak ada taruna-taruna muda yang bersedia memimpin. Namun setelah saya mendengar paparan Gus Menteri Sosial tentang peran besar Karang Taruna, saya tersentuh, saya gemetar, dan semangat saya semakin besar,” kata Budi.
Budi menceritakan bagaimana dirinya pernah dua kali gagal sebagai calon anggota legislatif, namun tidak pernah menyerah untuk terus berbuat dan akhirnya saat ini terpilih menjadi anggota DPR untuk ketiga kalinya
Ia menegaskan bahwa keputusan memimpin Karang Taruna ini bukan soal ambisi pribadi, melainkan semangat bersama untuk memajukan Karang Taruna.
“Kita akan bermusyawarah dan bermufakat untuk memajukan Karang Taruna tanpa membeda-bedakan asal partai. Mari kita rangkul semua pihak demi kesejahteraan masyarakat,” kata Budi.
Ketua Umum Karang Taruna menekankan pentingnya semangat kekeluargaan dan kolaborasi di tubuh Karang Taruna. Menurut dia, organisasi ini harus menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial dan pemberdayaan juga untuk memajukan generasi muda.
“Tujuan kita satu, menjalankan fungsi roda Karang Taruna. Dengan kekeluargaan dan kebersamaan, kita pasti bisa memajukan Karang Taruna ke depan. Saya mohon doa restu dan bimbingan dari seluruh pengurus serta senior-senior semua,” kata dia.
Temu Karya Nasional Karang Taruna menjadi momen penting. Dalam forum musyawarah nasional tersebut, para pengurus pusat dan daerah akan menentukan arah kepemimpinan Karang Taruna untuk periode berikutnya.
Acara akan digelar di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial dan diharapkan menjadi momentum konsolidasi besar-besaran demi memperkuat peran Karang Taruna sebagai garda terdepan pembangunan sosial dan pemberdayaan pemuda di Indonesia.




