Mediapresisi.com -, PALANGKARAYA– Banjir masih melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan bencana di berbagai kabupaten. Hingga Sabtu (23/8), empat kabupaten terkena dampaknya yaitu Kapuas, Murung Raya, Gunung Mas dan Barito Utara.
“Ribuan penduduk terkena dampak, beberapa di antaranya bahkan harus meninggalkan tempat tinggalnya,” kata Kepala Bidang Kedaulatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Alpius saat diwawancarai TribunKalteng.com.
“Data terus kami perbarui karena tim BPBD di lapangan masih bekerja,” tambahnya.
Di Kecamatan Murung Raya, banjir melanda 51 desa atau kelurahan yang terdapat di tujuh wilayah kecamatan. Sebanyak 2.539 kepala keluarga atau 7.340 penduduk mengalami dampak dari peristiwa tersebut. Dari jumlah tersebut, 60 kepala keluarga (270 jiwa) harus meninggalkan tempat tinggalnya sementara waktu. Selain itu, sebanyak 42 unit fasilitas umum mengalami kerusakan dan 2.110 unit rumah warga terendam oleh air.
Berdasarkan pengamatan, ketinggian permukaan Sungai Barito dilaporkan sedikit menurun, dari 8,48 meter menjadi 8,45 meter. “Meskipun terjadi penurunan permukaan air, kondisi tetap perlu diwaspadai. Tim kami tetap melakukan pemantauan dan analisis cepat di titik-titik yang rentan,” ujar Alpius.
Sementara itu, di Kapuas, banjir menimpa tujuh desa yang terletak di dua kecamatan. Jumlah penduduk yang terkena dampak masih dalam proses pencatatan karena tim BPBD setempat baru saja tiba di lokasi.
“Untuk Kapuas, data lengkap masih dalam proses pengumpulan. Namun bantuan logistik telah kami siapkan dan akan segera dikirim,” ujarnya.
Kondisi yang serupa juga terjadi di Kabupaten Gunung Mas. Banjir di daerah ini memengaruhi kehidupan masyarakat dari 11 desa yang berada di tujuh kecamatan. Secara keseluruhan, sebanyak 546 kepala keluarga atau 1.196 jiwa terkena dampaknya. Sebanyak 42 rumah penduduk dan 19 fasilitas umum terendam banjir. “Gunung Mas menjadi salah satu prioritas dalam distribusi bantuan karena wilayah yang terdampak cukup luas,” ujarnya.
Namun di Barito Utara, banjir dilaporkan menimpa satu desa. Diketahui tujuh rumah dan dua bangunan umum tergenang air.
Di Kapuas, banjir pernah mencapai ketinggian atap rumah, dan videonya menyebar secara luas. Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S Pandiangan, pada Kamis (21/8), mengungkapkan bahwa banjir tersebut terjadi di Dusun Jakatan Masupa, Desa Tumbang Manyarung, Kecamatan Mandau Telawang.
Paling sedikit 17 rumah penduduk dilaporkan terbawa arus deras akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam seminggu terakhir. Pangeran menyampaikan, data awal menunjukkan 11 rumah di Dusun Jakatan Masupa hilang. Angka ini ditambah enam rumah lainnya di Desa Tumbang Manyarung. (tribunkalteng)




