OKE FLORES.COM – Beberapa warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, bersama kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu, melakukan aksi penyampaian aspirasi di depan manajemen PT Ganda Alam Makmur (GAM).
Mereka menginginkan komitmen nyata dari perusahaan untuk menjadikan tenaga kerja setempat sebagai prioritas utama dan memperkuat masyarakat adat yang berada di sekitar area pertambangan.
Aksi berjalan dengan lancar tetapi penuh antusiasme. Warga menyampaikan harapan agar kehadiran investasi pertambangan benar-benar memberikan manfaat ekonomi langsung kepada penduduk setempat, bukan hanya untuk pihak luar.
Jangan Menjadi Penonton di Tanah Sendiri
Koordinator aksi, Erwin Santoso, menegaskan bahwa masyarakat asli serta putra daerah Kalimantan selama ini merasa belum mendapatkan kesempatan kerja yang adil.
“Kami mengajak masyarakat pribumi, masyarakat adat, serta putra daerah Kalimantan agar tidak hanya menjadi penonton di tanah air mereka sendiri. Kami melihat masih banyak tenaga kerja yang datang dari luar, sementara warga setempat memiliki kemampuan dan keinginan untuk bekerja,” tegas Erwin dalam pidatonya.
Menurutnya, ketidakseimbangan struktur tenaga kerja merupakan salah satu penyebab ketidakpuasan penduduk. Dalam kondisi aktivitas pertambangan yang besar, kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar dinilai masih kurang optimal.
Tiga Tuntutan Utama Warga
Dalam percakapan dengan pihak perusahaan, aliansi masyarakat menyampaikan beberapa hal penting:
1. Prioritas Rekrutmen Lokal
Warga menginginkan adanya kemudahan akses serta kebijakan khusus agar masyarakat Desa Bumi Etam dan sekitarnya mendapatkan prioritas dalam perekrutan tenaga kerja.
2. Keterbukaan Data Tenaga Kerja
Masyarakat meminta pihak manajemen agar mengungkapkan data tentang proporsi tenaga kerja lokal dan luar daerah sebagai wujud kejelasan informasi serta untuk dilakukan evaluasi bersama.
3. Pemberdayaan Masyarakat Adat
Warga juga menekankan perlunya pengakuan terhadap keberadaan masyarakat adat di sekitar area operasional, termasuk dalam program pemberdayaan dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Tindakan ini, menurut Erwin, bukanlah bentuk penolakan terhadap investasi. Justru, masyarakat mendukung kelangsungan usaha pertambangan selama memberikan dampak positif yang jelas bagi penduduk setempat.
“Kami berharap pihak manajemen bersikap terbuka dan memberikan kemudahan bagi warga setempat agar dapat berkontribusi. Jangan sampai kami yang paling dekat dengan area operasional justru merasa dihambat,” katanya.
Bagi masyarakat, kehadiran perusahaan pertambangan seharusnya menjadi pendorong perekonomian desa, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan keterampilan, hingga penguatan usaha lokal.
Sampai berita ini dirilis, perwakilan masyarakat masih menantikan tindakan nyata dan jawaban resmi dari pihak manajemen PT Ganda Alam Makmur.***
Penulis: Usupriyadi tim




