TERNATE.COM– Suasana malam selama bulan Ramadan terasa lebih tenang dibanding biasanya. Setelah shalat Isya, umat Islam kembali berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat tarawih, lalu menyelesaikan rangkaian ibadah malam dengan salat witir.
Di antara rakaat-rakaat tersebut, bacaan doa dan dzikir terdengar penuh dengan rasa khusyuk. Terdapat Doa Kamilin yang dibacakan setelah shalat tarawih, wirid setelah witir, hingga niat yang menjadi syarat sah dalam pelaksanaan ibadah.
Berikut ini ringkasan doa setelah shalat tarawih dan witir, dzikir setelah witir, serta niat shalat tarawih lengkap beserta teks Arab, latin, dan terjemahannya.
Keutamaan Qiyam Ramadan
Siapa pun yang menjalankan qiyam bulan Ramadan dengan keyakinan dan mengharapkan pahala, dosa-dosanya yang lalu akan dihapuskan.
Hadis ini disampaikan oleh Muhammad dan terdapat dalam berbagai buku hadis, termasuk riwayat Abu Dawud.
Dalam buku Panduan Ibadah Salat Wajib dan Sunah Terlengkap karya H. Ahmad Zacky disampaikan bahwa tarawih bukan hanya ibadah tambahan, tetapi menjadi alat untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak istighfar, serta mempererat hubungan dengan Allah SWT.
Doa Sesudah Salat Tarawih
Di Indonesia, setelah salat tarawih terakhir dan sebelum salat witir, jamaah biasanya membaca Doa Kamilin.
Doa ini tidak termasuk dalam rukun shalat dan tidak secara langsung berasal dari Al-Qur’an atau hadis, tetapi dibuat oleh para ulama berupa rangkaian permohonan agar seorang hamba mencapai kesempurnaan imannya.
Ya Allah, jadikanlah kami sempurna dalam iman. Dan melaksanakan kewajiban-kewajiban. Dan menjaga shalat. Dan melakukan zakat. Dan mencari apa yang ada di sisi-Mu. Dan berharap kepada pengampunan-Mu. Dan tetap berpegang pada petunjuk-Mu. Dan menjauhi perkataan yang sia-sia. Dan menjadi orang yang tidak memperhatikan dunia. Dan bersemangat untuk akhirat. Dan ridha terhadap ketentuan-Mu. Dan bersyukur atas nikmat-Mu. Dan sabar menghadapi cobaan. Dan berjalan di bawah panji-panji Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari kiamat. Dan sampai ke telaga (Al-Kauthar). Dan masuk surga. Dan selamat dari api neraka. Dan duduk di kursi kemuliaan. Dan menikah dengan wanita-wanita surgawi. Dan berpakaian dari sutra, ikter dan dibaj. Dan makan dari makanan surga. Dan minum susu dan madu yang disaring. Dengan gelas-gelas, cangkir-cangkir, dan sebuah cangkir dari air yang mengalir. Bersama mereka yang Engkau beri nikmat, yaitu para nabi, orang-orang shiddiq, syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka adalah sebaik-baik teman. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah sebagai pengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami dalam malam ini, bulan yang mulia dan diberkati, termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima. Jangan jadikan kami termasuk orang-orang sengsara yang ditolak. Dan semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, dan sahabatnya sekalian. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang paling belas kasih dari semua yang berbelas kasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna dalam iman. Jadikanlah kami selalu taat terhadap kewajiban. Jadikanlah kami selalu menjaga shalat. Jadikanlah kami aktif dalam membayar zakat. Jadikanlah kami selalu mencari apa yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah kami rajin memohon ampunan-Mu. Jadikanlah kami selalu berada dalam petunjuk-Mu. Jauhkanlah kami dari perkara yang sia-sia. Jadikanlah kami zuhud di dunia. Jadikanlah kami bersemangat menginginkan akhirat. Jadikanlah kami ridha terhadap ketentuan-Mu. Jadikanlah kami selalu bersyukur atas nikmat-Mu. Jadikanlah kami sabar dalam menghadapi cobaan. Di hari kiamat, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang duduk di bawah naungan Nabi Muhammad SAW, masuk ke dalam telaga Haud, masuk surga, dan selamat dari api neraka. Jadikanlah kami duduk di tempat yang mulia, berada di antara para bidadari yang cantik, berpakaian sutra dan kain indah, serta makanan dari surga. Jadikanlah kami minum susu dan air yang segar. Bersama orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, syuhada, dan orang-orang shaleh. Mereka adalah sebaik-baik teman. Inilah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah sebagai penolong. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang diterima doanya pada malam ini, bulan Syaraf yang mulia. Janganlah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang ditolak doanya. Berkahlah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan sahabatnya semuanya. Dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan yang paling pengasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maknanya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang memiliki iman yang sempurna, yang menjalankan kewajiban-kewajiban, yang menjaga shalat, yang membayar zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang berharap ampunan-Mu, yang tetap berpegang pada petunjuk, yang menjauhi kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyukai akhirat, yang ridha dengan ketentuan-Mu, yang bersyukur atas nikmat-Mu, yang sabar dalam menghadapi segala cobaan, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad pada hari kiamat, yang datang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas tempat kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang memakai berbagai jenis sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni menggunakan gelas, cangkir, dan wadah lainnya bersama orang-orang yang Engkau beri anugerah dari kalangan para nabi, orang-orang shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shaleh. Mereka itulah teman terbaik. Itulah keistimewaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan amalnya diterima, serta janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka dan amalnya ditolak. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi al-Bantani disampaikan bahwa doa-doa semacam ini merupakan bentuk tawassul dan harapan agar perbuatan ibadah diterima serta diakhiri dengan husnul khatimah.
Doa Sesudah Salat Witir
Setelah shalat witir selesai, disarankan untuk membaca doa khusus yang berbeda dari Doa Kamilin.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang rendah diri, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang tulus, amal perbuatan yang baik, agama yang benar, pengampunan dan kesehatan, kelengkapan kesehatan, rasa syukur atas kesehatan, serta kaya dari manusia. Ya Allah, Tuhan kami, terimalah doa, puasa, shalat malam, kerendahan hati, permohonan, dan ibadah kami. Sempurnakanlah kekurangan kami, ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai yang paling penyayang dari semua yang penyayang. Dan semoga salawat tercurah kepada Nabi kami Muhammad, serta kepada keluarganya dan seluruh sahabatnya. Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang mulia, dari apa yang mereka sifatkan. Dan damai sejahtera bagi para utusan, serta segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang tulus, amal perbuatan yang baik, agama yang lurus, ampunan dan kesehatan, kesempurnaan kesehatan, rasa syukur atas kesehatan, serta kekayaan dari manusia.
Ya Allah, Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, dan kekhusyukan kami, serta pengabdian kami. Sempurnakanlah kesempurnaan kami, ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kami Muhammad, serta kepada keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya. Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang mulia dari apa yang mereka tuduhkan, dan keselamatan bagi para utusan, serta segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maknanya: “Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang tunduk, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu perbuatan yang baik, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu pengampunan dan kesehatan, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu rasa syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu kelimpahan harta. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, ketekunan kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, sempurnakanlah kekurangan kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Pengasih di antara para pengasih, semoga rahmat Allah tercurah kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya, serta segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Dzikir Setelah Witir
Syahadat dan istighfar (3x)
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, aku memohon ampunan kepada Allah, aku meminta ridha-Mu dan surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan neraka.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Aku memohon pengampunan kepada Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ridha-Mu dan surga, serta aku berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan neraka.
Tasbih (3x)
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Maha Suci Tuhan kami dan Tuhan para malaikat serta roh.
Subhanallah yang mulia dan suci (dibaca 3 kali)
Subuh, kekudusan, Tuhan kami dan Tuhan para malaikat serta ruh.
Doa ampunan (3x)
Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau menyukai pengampunan, maka ampunilah aku.
Ya Karim dengan rahmat-Mu, Ya Rahman dari para pengasih.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan kesehatan-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu sendiri, aku tidak mampu menghitung puji-pujian terhadap-Mu, Engkau seperti yang telah kupersembahkan untuk diri-Mu sendiri.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, yang mencintai pengampunan, maka ampunilah aku. (dibaca 3x)
Wahai yang mulia, dengan rahmat-Mu, wahai yang paling belas kasih dari para pemurah.
Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keampunan-Mu dari hukuman-Mu.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang Engkau telah menghukum diri-Mu sendiri.
Setelah membaca zikir tersebut, dilanjutkan dengan memohon doa setelah witir dan diakhiri dengan membaca surah Al-Fatihah.
Doa ini memperkuat makna witir sebagai penutup ibadah malam.
Niat Shalat Tarawih
1. Niat sendiri (munfarid)
Saya menunaikan shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala.
Saya melaksanakan shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat, secara teratur untuk Allah Ta’ala.
Maknanya: “Aku sengaja melakukan shalat sunnah tarawih dua rakaat…”
2. Niat sebagai imam
Saya menunaikan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam untuk Allah Yang Maha Tinggi.
Saya menunaikan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, secara lengkap dan sebagai imam kepada Allah Ta’ala.
Maknanya, “Aku sengaja melakukan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah SWT.”
3. Niat sebagai makmum
Saya menunaikan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, mengerjakannya sebagai makmum untuk Allah Ta’ala.
Saya menunaikan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, secara teratur dan sebagai makmum kepada Allah Ta’ala.
Maksudnya, “Aku secara sengaja melakukan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, menunaikannya sebagai makmum karena Allah SWT.”
Shalat Tarawih dan Witir bukan hanya sekumpulan rakaat, tetapi perjalanan spiritual menuju kesempurnaan iman.
Dengan memahami doa setelah tarawih (Doa Kamilin), doa sesudah witir, dzikir yang lengkap, serta niat yang tepat, ibadah malam Ramadhan menjadi lebih bermakna dan khusyuk.
Setiap ucapan yang diucapkan bukan hanya kebiasaan, tetapi juga harapan agar suatu hari kita bersama-sama dengan para nabi, orang-orang jujur, syuhada, dan hamba-hamba Allah yang saleh dalam rahmat-Nya. (*)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com




