Empat Cara Pembagian MBG Saat Ramadan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan terdapat empat skema pendistribusian menu makanan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan2026. Skema tersebut tergantung pada sifat dari penerima manfaat.

Skema pertama, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan tetap mengirimkan makanan bergizi gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di wilayah yang penduduknya mayoritas beragama Islam. SPPG akan menyediakan menu makanan yang tahan lama. Siswa dapat membawa pulang menu tersebut untuk disantap saat berbuka puasa.

“Dapat dibawa pulang untuk disantap saat berbuka,” ujarnya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Februari 2026.

Skema kedua, SPPG tetap menyediakan menu MBG bagi sekolah yang kebanyakan siswanya tidak berpuasa. Siswa masih diperbolehkan mengonsumsi MBG di sekolah. Layanan biasa juga berlaku bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang termasuk dalam skema ketiga.

Baja Juga  Prediksi Skor Aston Villa vs Brighton, 12 Februari 2026

Skema keempat ditujukan kepada penerima manfaat yang berada di lingkungan pesantren. Penerima manfaat dan SPPG tersebut berada di pesantren. Oleh karena itu, SPPG tetap akan memberikan MBG, namun menu MBG disiapkan sejak siang hari. “Jadi masakannya dilakukan pada siang hari, dan dikonsumsi saat buka puasa,” katanya.

Data per 29 Januari 2026, BGN melaporkan bahwa jumlah penerima manfaat telah mencapai 60 juta orang. Di sisi lain, jumlah satuan pemenuhan pelayanan gizi atau SPPG telah mencapai 22.091 unit dengan jumlah karyawan sebanyak 924.424 orang.

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa program asta cita ini telah menyerap puluhan ribu tenaga kerja secara langsung. Contohnya, menurut Zulkifli, jumlah staf SPPG yang saat ini sedang diproses menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mencapai 32 ribu orang.

Baja Juga  6 zodiak paling beruntung sebelum 24 Februari 2026: rezeki dan solusi tiba tepat waktu

Sementara itu, terdapat 21.413 mitra MBG dan sebanyak 68.551 pelaku UMKM yang memiliki status sebagai pemasok MBG. Zulhas—yang biasa dipanggil begitu—memperkirakan terdapat 30 karyawan yang bekerja di UMKM pemasok MBG.

“Saudara tahu, satu supplier itu adalah UMKM. Berapa jumlah pekerja di sana? Paling sedikit 20, 30,” katanya.

Zulhas menyatakan bahwa MBG berdampak terhadap lapangan kerja dengan jumlah tenaga kerja yang diserap secara langsung. “Bayangkan dampaknya, jika PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengatakan 1 dolar bisa menjadi 23 dolar, maka dampaknya akan lebih besar lagi,” katanya.

Alfitria Nefi Pratiwi berkontribusi dalam tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *