AS tembak jatuh drone Iran, harga minyak melonjak

Bengkalispos.com,JAKARTA — Tentera Amerika Serikat menghancurkan sebuah pesawat tanpa awakIranyang mendekati kapal perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab.

Peristiwa itu terjadi saat Washington dan Teheran berupaya memulai kembali pembicaraan mengenai program nuklir Iran, serta segera memicu respons dari pasar minyak global.

Dilaporkan oleh The Guardian, Rabu (4/2/2026), pernyataan resmi US Central Command (CentCom) menyebutkan bahwa pesawat tempur berhasil menembak jatuh drone Iran tipe Shahed-139 setelah dianggap bergerak secara agresif.

“Sebuah pesawat tempur F-35C dari USS Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran tersebut sebagai bentuk pertahanan diri serta menjaga keamanan kapal induk dan seluruh personel yang ada di dalamnya,” ujar juru bicara Angkatan Laut AS di CentCom, Kapten Tim Hawkins, Selasa (3/2/2026).

Baja Juga  Jadwal Kesenian Imlek 2026 di Sarae Hills

CentCom menyatakan bahwa tidak ada anggota pasukan Amerika Serikat yang cedera maupun peralatan militer yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

Selain kejadian tersebut, terdapat laporan terpisah di Selat Hormuz pada hari yang sama. Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan melakukan tindakan yang dianggap mengganggu kapal dagang yang memiliki bendera Amerika Serikat.

“Dua kapal IRGC dan satu pesawat tak berawak Mohajer Iran mendekati kapal M/V Stena Imperative dengan kecepatan tinggi dan mengancam akan naik serta menyita kapal tanker tersebut,” kata Hawkins.

Pihak pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai klaim tersebut. Misi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak merespons laporan yang dimaksud.

Baja Juga  Penggemar Terluka Akibat Kembang Api di Konser SEVENTEEN, PLEDIS Beri Permintaan Maaf

Harga Minyak Naik

Setelah berita penembakan drone menyebar, harga minyak global sempat naik ke titik tertinggi selama sesi perdagangan. Kini, para investor sedang mempertimbangkan potensi eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang menyediakan sekitar sepertiga pasokan minyak mentah dunia.

Harga minyak kemudian mengurangi sebagian kenaikannya setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih direncanakan berlangsung minggu ini.

Dilaporkan oleh Fox, Kamis (5/2/2025), Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran menunjukkan keinginan untuk mencapai perjanjian, sambil memberi peringatan mengenai konsekuensi yang mungkin terjadi jika diplomasi gagal.

“Kesulitan akan muncul jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan,” kata Trump.

Baja Juga  Sebelum Digugat Cerai, Azizah Salsha Terciduk Main Padel dengan Mantan

Dari Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Iran untuk melakukan negosiasi yang adil dan seimbang dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini menjadi indikasi paling jelas hingga saat ini bahwa Iran bersedia berdialog dengan Washington.

Wakil Khusus Presiden Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dilaporkan tetap berencana mengadakan pertemuan dengan pejabat Iran di Turki minggu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *