Profil Ardito Wijaya Bupati Lampung Tengah yang ditangkap KPK, dokter yang terjun ke politik

Ringkasan Berita:

  • Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya terjaring OTT KPK.
  • Terkait dugaan kasus korupsi pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).
  • Ardito Wijaya merupakan seorang dokter yang banting setir menjadi politikus.

mediapresisi.com – Satu lagi kepala daerah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tim operasi senyap lembaga antirasuah menangkap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya pada Rabu (10/12/2025).

Ardito Wijaya ditangkap terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Lampung Tengah.

Selain Ardito Wijaya, ada sejumlah pihak termasuk anggota DPRD Lampung Tengah yang juga terjaring OTT dalam kasus yang sama.

“Benar (Ardito ditangkap),” kata Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis mengenai penangkapan tersebut, Rabu (10/12/2025) malam.

Saat ini, Ardito dan para pihak yang tertangkap tangan dibawa menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan.

Mereka tiba pada Rabu malam untuk segera menjalani pemeriksaan intensif.

Sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam pasca-penangkapan untuk melakukan gelar perkara dan menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Operasi ini menambah deretan penindakan tegas yang dilakukan KPK dalam waktu dekat.

Baja Juga  Rotasi 325 Pejabat Pemkab Indramayu, Termasuk Losarang: Daftar Lengkapnya

Sebelumnya, KPK juga telah membongkar kasus dugaan korupsi melalui OTT yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sukoco dan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam perkara terpisah.

Profil Ardito Wijaya

Melansir Wikipedia, Ardito Wijaya adalah seorang dokter dan politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2025–2030.

Pada periode sebelumnya, Ardito menjabat sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2021–2025.

Ardito sebelum terjun ke dunia politik, merupakan seorang dokter lulusan Universitas Trisakti Jakarta.

Usia Ardito masih cukup muda untuk jabatan kepala daerah.

Ia lahir di Bandar Jaya 23 Januari 1980, saat ini usianya sekitar 45 tahun.

Bandar Jaya adalah sebuah kota kecil dan juga ibu kota Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Meski kecil, Kota Bandar Jaya posisinya strategis dan menjadi daerah transit paling ramai yang dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatera dan Jalan Tol Bakauheni-Bandar Lampung-Terbanggi Besar.

Ia merupakan putra dari Ahmad Pairin, mantan Bupati Lampung Tengah dan mantan Wali Kota Metro.

Sebagai anak seorang tokoh politik daerah, Ardito tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan pelayanan publik dan pemerintahan.

Ardito menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kristen 3 Bandar Jaya (1986–1992), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 10 Bandar Jaya dan SMA Negeri 1 Terbanggi Besar, tempat ia lulus pada tahun 1998.

Baja Juga  Nasib Buruk Noel: Dipecat dari Kabinet dan Gerindra oleh Prabowo

Ia kemudian kuliah S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, dan meraih gelar dokter (dr.) pada tahun 2008.

Setelah menyandang titel dokter, Ardito melanjutkan pendidikan jenjang pascasarjana di Universitas Mitra Indonesia dan lulus dengan meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M) pada tahun 2024.

Karier profesional dan politik

Ardito memulai karier sebagai dokter muda PNS di Puskesmas Seputih Surabaya (2010–2011), kemudian di Puskesmas Rumbia (2011–2012).

Ardito menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah dari tahun 2014 hingga 2016.

Ardito Wijaya kemudian terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, berpasangan dengan Musa Ahmad sebagai calon Bupati.

Pasangan ini memenangkan Pilkada dan resmi dilantik untuk masa jabatan 2021–2025.

Menjelang Pilkada 2024, Ardito yang dikenal sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan niat untuk maju sebagai calon Bupati Lampung Tengah.

Pencalonannya mengalami dinamika politik karena ia tidak mendapatkan rekomendasi dari PKB.

Keputusan ini menjadi sorotan publik mengingat Ardito adalah kader muda potensial dan dikenal aktif di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Baja Juga  Aktivis Pro-Israel Pendukung Trump Tewas Ditembak

Meskipun demikian, hubungan Ardito dengan PKB tetap baik.

Ia kemudian secara resmi diusung oleh PDI Perjuangan dan maju sebagai calon Bupati berpasangan dengan I Komang Koheri sebagai calon bupati.

Ardito – Koheri berhasil memenangkan Pilkada dan resmi dilantik pada 20 Februari 2025 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2025–2030.

Harta Kekayaan

Berdasarkan laporan e-LHKPN tahun 2025 yang diumumkan pada 10 April 2025, Ardito Wijaya melaporkan total kekayaan sebesar Rp 12 miliar lebih, atau tepatnya Rp12.857.356.389.

Tidak terdapat utang, surat berharga, maupun harta bergerak lainnya dalam laporan LHKPN Ardito Wijaya.

Berikut rincian aset Ardito Wijaya:

A. Tanah dan Bangunan (Rp12.035.000.000)

  • 4.581 m⊃2; di Lampung Tengah – Rp2.000.000.000
  • 2.500 m⊃2; di Lampung Tengah – Rp250.000.000
  • 340 m⊃2; di Lampung Tengah – Rp2.285.000.000
  • 250 m⊃2; di Lampung Tengah – Rp2.500.000.000
  • 4.661 m⊃2; di Lampung Tengah – Rp5.000.000.000

B. Alat Transportasi dan Mesin (Rp705.000.000)

  • Toyota Fortuner 2.4 VRZ A/T (2017) – Rp357.000.000
  • Honda CR-V 1.5 TC Prestige (2018) – Rp345.000.000
  • Sepeda motor Suzuki UY 125 S (2011) – Rp3.000.000

C. Kas dan Setara Kas Rp117.356.389

(Tribunnews.com/mediapresisi.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *