Profil Ismail A Jalil, Bupati Aceh Utara surati presiden, tak mampu tangani banjir bak tsunami 2004

Ringkasan Berita:

  • Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil menyatakan tidak mampu menangani banjir di wilayahnya.
  • Ia menyurati Presiden Prabowo Subianto, meminta pusat membantu penanganan bencana di daerah tersebut.
  • Ismail menyebut, banjir ini lebih parah dari Tsunami 2004 silam.

mediapresisi.com Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil menyurati Presiden Prabowo Subianto, menyatakan tidak mampu menangani banjir yang melanda daerah itu sejak 26 November 2025.

Pernyataan ketidakmampuan menangani banjir itu disampaikannya dalam surat bernomor 400/1832/2025, tertanggal 2 Desember 2025.

Dalam surat itu, pria yang akrab disapa Ayahwa itu menguraikan situasi kritis yang dialami Aceh Utara.

Menurutnya, banjir yang melanda Aceh Utara daya rusaknya melebihi tsunami Aceh tahun 2004 silam.

Bencana yang terjadi 21 lalu itu hanya merusak wilayah pesisir.

Sementara banjir kali ini memporakporandakan seluruh Kabupaten Aceh Utara, baik pesisir maupun pedalaman.

“Banjir tahun 2025 ini memiliki daya rusak lebih besar dibandingkan bencana tsunami Aceh 2004 yang kala itu hanya memporakporandakan kawasan pesisir,” kata Ayahwa, dilansir Serambinews.com.

Profil Ismail A Jalil

Ismail A Jalil atau biasa disapa Ayahwa lahir di Gampong Matang Serdang, Aceh Utara pada 12 Juni 1979. Usianya kini 46 tahun.

Ia menjabat sebagai Bupati Aceh Utara periode 2025-2030.

Ayahwa merupakan seorang politikus sekaligus mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Baja Juga  Kisah Pemecatan Bambang Pacul dan Olly dari Kursi Ketua DPD PDI-P

Pada saat Aceh masih dilanda perang, dirinya menjabat sebagai Panglima Operasi Daerah IV Tgk Chik Ditunong Wilayah Samudera Pasai.

Setelah damai, seluruh aktivitas militernya bersama GAM ditinggalkan, melansir laman acehutara.go.id.

Dia kemudian beralih dalam ‘perjuangan’ politik dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara pada 2009.

Dalam Pemilihan Umum 2014, Ayahwa dipercaya Partai Aceh untuk menjadi Ketua DPRK Aceh Utara.

Karier politiknya makin moncer setelah pada Pemilu 2019, Ayahwa melenggang menjadi anggota DPR Provinsi Aceh dari Partai Aceh.

Kecintaannya pada Partai Aceh pula yang membuatnya meraih suara terbanyak dalam Pemilu 2024 lalu dan terpilih kembali menjadi anggota DPR Provinsi Aceh.

Riwayat Pendidikan:

  • 1986-1992: SD
  • 1992-1995: SMP
  • 2001-2004: SMA
  • 2006-2010: S-1 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti (STIM) Bekasi
  • 2022-2024: S-2 Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI)

Jejak Karier

  • 2009-2014: Anggota DPRK Aceh Utara
  • 2014-2019: Ketua DPRK Aceh Utara
  • 2019-2024: Anggota DPR Aceh
  • 2025-2030: Bupati Aceh Utara

Tak Mampu Tangani Banjir

Banjir melanda 27 kecamatan dan 852 gampong/desa di Kabupaten Aceh Utara. Menjadikan bencana ini terluas dalam sejarah Aceh Utara.

Hingga Kamis (4/12/2025), berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, korban meninggal di wilayah ini mencapai 123 orang.

Baja Juga  Agus ASN Bingung Bupati Sudewo Mendadak Copot Jabatannya,Dituduh Hilangkan Barang yang Masih Ada

Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur publik, permukiman masyarakat, serta fasilitas umum.

Kerusakan yang terjadi begitu masif, mulai dari reruntuhan rumah warga hingga terputusnya akses jalan akibat tumpukan material kayu, lumpur tebal, pohon tumbang, serta robohnya tiang listrik yang menghalangi badan jalan.

“Sebagian besar desa masih terisolasi dan sulit dijangkau oleh transportasi darat karena tingginya genangan air,” ujar Ayahwa.

Sementara itu, banyak fasilitas publik seperti jembatan, sekolah, puskesmas, dan tempat ibadah rusak berat.

Lebih dari itu, ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman yang juga masih minim logistik.

Pemerintah daerah disebut telah berupaya maksimal mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, namun kondisi lapangan menunjukkan upaya tersebut tidak lagi mencukupi.

Kepada Presiden Republik Indonesia, Ayahwa selaku Bupati Aceh Utara menyatakan tidak sanggup menangani situasi darurat ini tanpa bantuan besar dari pemerintah pusat.

Melalui suratnya kepada Presiden Prabowo Subianto, Ayahwa memohon agar Kepala Negara segera mengerahkan dukungan nasional untuk mempercepat penanganan bencana.

Utamanya bantuan logistik, alat berat, helikopter, serta personel khusus untuk membuka akses ke daerah yang masih terisolasi.

Baja Juga  Wakil Bupati Serang Cek Rumah Sakit Hermina Usai Kabar Pasien BPJS Ditolak dan Meninggal

Surat itu juga ditembuskan kepada sejumlah pejabat penting, di antaranya Ketua DPR RI, Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur Aceh, serta pimpinan legislatif daerah.

Prabowo: Bencana Sumatra Prioritas Nasional

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar bencana di Pulau Sumatra menjadi prioritas nasional.

“Bapak Presiden memberikan instruksi agar situasi ini diperlakukan sebagai prioritas nasional.”

“Termasuk jaminan bahwa dana dan logistik nasional tersedia secara penuh, secara total, salah satunya pada saat tanggap darurat ini menggunakan dana siap pakai,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, Rabu (3/12/2025).

Pratikno menerangkan, seluruh lembaga telah diberi instruksi untuk ekstra responsif dan memastikan fokus dalam penyelamatan korban, distribusi bantuan, serta pemulihan berbagai fasilitas dan layanan vital.

“Artinya terus dilakukan penanganan nasional dengan mengerahkan sumber daya maksimal pemerintah pusat, dari seluruh kementerian dan lembaga, baik itu BNPB, termasuk juga luar biasa dari TNI dan Polri,” jelasnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul BREAKING NEWS – Aceh Utara Nyatakan Tak Mampu Tangani Banjir, Bupati Surati Presiden Minta Bantuan

(mediapresisi.com/Nanda Lusiana/Deni, Serambinews.com/Jafaruddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *