Liputan Jurnalis PapuaTengah.com, Melky Dogopia
MEDIAPRESISI.COM Deiyai-Pemerintah Kabupaten Deiyai menyediakan 1.000 ekor babi betina yang akan dibagikan kepada warga pada tahun ini sebagai upaya memperkuat perekonomian setempat dan meningkatkan kemandirian peternak di daerah tersebut.
Kepala Daerah Deiyai, Melkianus Mote, menyatakan bahwa program tersebut bertujuan untuk membentuk masyarakat yang kreatif dan inovatif dalam bidang peternakan.
“Pada tahun 2025, saya akan memberikan 1.000 ekor anak babi betina kepada masyarakat,” kata Mote saat diwawancarai di Aula BKPSDM Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Rabu (8/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa benih babi yang akan didistribusikan merupakan jenis lokal dari Kabupaten Deiyai.
Jika ketersediaannya tidak cukup, lanjut Mote, pemerintah akan mencari tambahan dari daerah lain seperti Manokwari, Papua Barat, yang memiliki jenis babi telinga kecil atau Tota Ekina Gapa Daba.
Mote mengatakan, 1.000 ekor anak babi betina akan didistribusikan ke 67 desa di lima distrik wilayah Kabupaten Deiyai.
“Penerima bantuan ditujukan kepada warga lansia, miskin, janda, duda, serta anak yatim piatu yang tinggal di berbagai desa,” katanya.
Ia menyampaikan, program ini merupakan tahap awal dalam rangka pengadaan 5.000 ekor bibit babi pada tahun 2026.
“Setelah masyarakat berhasil menetaskan bibit babi ini, pemerintah akan membeli anakannya langsung dari peternak setempat untuk mencapai target 5.000 ekor pada tahun mendatang,” katanya.
Ditegaskan oleh Mote, kebijakan ini juga merupakan wujud dukungan nyata pemerintah dalam membentuk masyarakat yang mandiri dan memiliki kemampuan bersaing.
“Kami berharap masyarakat Deiyai dapat menjadi pemilik di tanah sendiri. Oleh karena itu, setiap warga harus membangun kandang ternak dan serius mengembangkannya,” tegasnya.
Mote berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, menjaga keberlanjutan usaha peternakan babi lokal, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat Deiyai. (*)




