Empat Tewas dalam Serangan Gereja di AS

Seorang pria menembak empat orang dan melukai beberapa orang lainnya dalam kejadian penembakan di sebuah gereja di Michigan, Amerika Serikat. Pelaku akhirnya tewas setelah terjadi pertempuran tembak dengan aparat kepolisian.

Seorang pria bersenjata membunuh empat orang dan melukai delapan orang lainnya setelah mengemudikan mobilnya menabrak Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints)Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir) di Grand Blanc Township, Michigan, Amerika Serikat (AS) pada hari Minggu (28/09).

Ia kemudian menembak jemaat dengan senapan otomatis dan membakar gedung gereja sebelum meninggal dalam pertempuran tembak dengan aparat kepolisian.

Seperti apa kronologinya?

Pelaku diketahui bernama Thomas Jacob Sanford (40), mantan anggota marinir Amerika Serikat dan veteran perang Irak dari kota Burton. Polisi menyebutkan bahwa ratusan jemaat berada di dalam saat kejadian penyerangan terjadi. Dua korban meninggal akibat tembakan, sedangkan dua korban lainnya ditemukan di sisa bangunan gereja yang telah terbakar.

Baja Juga  Ingin ke Sabang? Jadwal Kapal Cepat Hari Ini, Minggu, 24 Agustus 2025

Polisi menyatakan bahwa Sanford sengaja membakar bangunan tersebut, dan beberapa bahan peledak ditemukan. FBI kini memimpin penyelidikan dan menganggap kejadian ini sebagai “tindakan kekerasan yang ditujukan secara spesifik.”

Dua anggota polisi tiba di lokasi hanya 30 detik setelah menerima panggilan darurat dan langsung terlibat perkelahian tembak dengan tersangka, yang akhirnya meninggal di tempat.

“Kami sangat berterima kasih atas doa dan perhatian yang diberikan oleh banyak orang di seluruh dunia,” tulis gereja itu di X.

Serangan ini terjadi kurang dari 14 jam setelah penembakan lain yang dilakukan oleh seorang veteran marinir di North Carolina, yang menyebabkan tiga korban jiwa. Tidak lama setelahnya, terjadi penembakan di sebuah kasino di Texas, mengakibatkan dua orang tewas.

Baja Juga  Ahli Hukum: Royalti Lagu adalah Hak Pencipta yang Bersifat Moral dan Ekonomi

Insiden penembakan massal yang ketiga dalam waktu 24 jam

Seorang saksi bernama Paula menyampaikan kepada stasiun televisi WXYZ bahwa ia mendengar “ledakan besar” ketika pelaku menyerang Gereja Mormon di Grand Blanc, Michigan. Ia kehilangan beberapa teman serta murid-murid sekolah Minggu yang ia ajarkan.

Presiden Donald Trump mengkritik kejadian tersebut sebagai “serangan yang ditujukan khusus kepada umat Kristen” dan menegaskan bahwapenyebaran kekerasan di Amerika Serikat perlu segera dihentikan.

Berdasarkan Arsip Kekerasan Senjata Api, kejadian di Grand Blanc, kota dengan jumlah penduduk sekitar 7.700 orang, menjadi tempatinsiden penembakan massal yang ke-324 di Amerika Serikat sepanjang tahun 2025.

Serangan ini juga menjadi yang ketiga dalam waktu kurang dari 24 jam, setelah kejadian di North Carolina dan kasino di Texas yang menyebabkan sedikitnya dua korban jiwa.

Baja Juga  Asuransi Jiwa Lokal Berpeluang Tingkatkan Kinerja dengan Produk Tradisional

Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris.

Diubah alur oleh Iryanda Mardanuz dan Adelia Dinda Sani

Editor: Hani Anggraini

ind:penulis konten: Emmy Sasipornkarn, John Silk (sumber: Reuters, AFP, AP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *