MediaPresisi.com–Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menekankan perlunya peningkatan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana banjir bandang di destinasi wisata Bukit Lawang, Bahorok, Kabupaten Langkat. Upaya mitigasi dan antisipasi dini perlu dilakukan agar kejadian banjir bandang pada tahun 2003 tidak terulang, khususnya saat musim hujan dengan curah tinggi.
Bobby Nasution mendorong pihak-pihak terkait seperti Forkopimda, BMKG, OPD, BPBD, dan akademisi untuk memberikan pemahaman awal tentang mitigasi guna mengenali serta mencegah berbagai ancaman bencana, sehingga masyarakat dan pelaku usaha di sekitar Sungai Bahorok dapat terlindungi dari bencana.
“Kesiapan kita adalah mempersiapkan dan meningkatkan kewaspadaan bencana bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar wisata Bahorok, terkait bencana yang mungkin terjadi. Kami berharap mereka dapat mengetahui apabila akan terjadi bencana,” kata Bobby Nasution dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi basah secara virtual bersama Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati di Kantor Camat Desa Timbang Jaya Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, kemarin.
Bobby pada kesempatan tersebut juga mengajukan pertanyaan kepada BMKG RI, agar dapat mengurangi risiko bencana dan tindakan pencegahan yang bisa diambil, sehingga bencana banjir bandang ini tidak terjadi lagi.
Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa banjir bandang yang terjadi disebabkan oleh gempa bumi yang tidak terasa oleh manusia, yang memicu perubahan bentuk permukaan tanah.
Dijelaskan bahwa banjir bandang pada tahun 2003 diidentifikasi terjadi akibat longsoran di kawasan Bukit Barisan, sepanjang Sungai Bahorok. Longsoran tersebut disebabkan oleh bentuk tanah yang curam dan rentan bergerak.
Dwikorita mengatakan, material longsoran berupa pohon yang tercabut hingga akarnya menumpuk dan menghalangi aliran sungai. Pada puncak musim hujan, volume air yang besar memecahkan bendungan alami tersebut, menyebabkan air, tanah, dan kayu mengalir deras menyerang permukiman yang berada di tepi sungai.
“Perlu adanya kewaspadaan sebelum bulan Desember, mengingat kemungkinan terjadinya gempa bumi kecil yang tidak terasa oleh manusia tetapi bisa menyebabkan pergeseran dan longsoran tanah. Ia meminta pemerintah untuk mengawasi sungai dan bukit di sekitarnya agar dapat mendeteksi perubahan struktur tanah, seperti retakan atau tumpukan yang menghalangi hulu sungai,” kata Dwikorita Karnawati.
Sebagai langkah penanggulangan, BMKG menyarankan agar material yang menumpuk dan menutupi sungai dihilangkan secara bertahap. Langkah ini perlu dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten. BMKG juga akan bekerja sama dengan BPBD dalam memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat, mengingat tingginya curah hujan yang terjadi.
Di sisi lain, Bupati Langkat Syah Afandin menyambut baik dan mengapresiasi perhatian Gubernur Bobby Nasution terhadap Bahorok. Ia menilai komitmen Gubernur dalam pembangunan, termasuk perbaikan jalan serta pencegahan bencana di Bahorok, sebagai kabar baik bagi warga Langkat.
“Kami mewakili masyarakat Langkat, sangat senang dengan perhatian Bapak Gubernur yang terus berupaya membangun Kabupaten Langkat. Kami juga berharap pembangunan tetap dilakukan di sini,” ujar Syah Afandin, yang menambahkan bahwa Bahorok merupakan tempat wisata penting bagi Sumut.




